intellectual property.

you are welcome to look, read, study, and learn. you are welcome to link/share it. you are welcome to quote or rewrite some of my post, but please don't forget to mention me/link my site.
but you are not allowed and please don't take any of images (with or without watermark) from this site without my permission.
Showing posts with label Poyeng101. Show all posts
Showing posts with label Poyeng101. Show all posts

Saturday, July 16, 2016

Mengenal Asisten Poyeng: Henny

* postingan ini adalah artikel gaya bercerita yang memang bener-bener dari tangan pertama. :)

Double N pake Y. Panggil saya Henny. Anak bungsu dan sudah jadi tante dengan 3 keponakan (mungkin masih akan bertambah lagi di hari-hari esok), semuanya laki-laki. Asli Ngawi dan merantau ke Yogyakarta sejak tahun 2009. Sempat pulang kampung setahun sekitar 2014-2015 dan sekarang balik ke Jogja lagi. Lulusan Sastra Arab, tapi jangan tanya saya tentang bahasa Arab. 

Bolehlah kalau tanya-tanya tentang sastra. Jujur, kemampuan saya dalam berbahasa asing memang amat sangat rendah. Jangankan bahasa Arab, bahasa Inggris saja entah apa kabarnya.

Perkenalan saya dengan Poyeng bermula tahun 2014 silam. Saat itu saya baru saja lulus. Jadilah status saya adalah pengangguran yang setiap hari ketar-ketir menunggu jawaban lamaran kerja. Begitulah nasib orang yang tak kunjung dilamar kamu #eh.

Kisahnya begini. Seorang kawan yang tinggal sekontrakan dengan saya terlihat sedang merajut, dengan dua jarum! Wah, ini seperti di tivi-tivi! Begitu pikir saya. Tanpa pikir panjang, saya minta diajari cara merajut dengan dua jarum yang kemudian saya tahu jarum itu disebut breien. Selama ini, saya hanya tahu cara merajut dengan satu jarum (hakpen) yang kemudian saya ketahui teknik merajut ini dikenal dengan istilah crochet (baca krosye, bukan kroket ya, kalau dibaca kroket jadinya lapar). Guru mata pelajaran Tata Busana jaman SMP-lah yang dulu mengajari saya merajut menggunakan hakpen.

Singkat cerita, kawan saya itu mengajak saya ke Poyeng untuk membeli alat-alat rajut. Di sana saya melihat kertas yang ditempel di balik komputer. Poyeng sedang mencari parttimer, demikian tulisannya. Sempat ragu, maju mundur hendak mengirim lamaran. Tetapi akhirnya saya kirim juga. Semua jenis pekerjaan dilamar aja lah pokoknya, demikian ikhtiar saya. Lalu, jadilah saya asisten Poyeng dengan modal bisa membuat cast-on dan tusuk K. Tusuk paling dasar dalam rajut knitting. Nah, saya tahu istilah crochet dan knitting ini dari Poyeng.

Saya memang belajar knitting dari kawan saya yang sekontrakan itu. Tetapi Poyeng beserta seluruh isinya lah yang mendorong saya untuk selalu meningkatkan skill knitting. Bagaimana tidak, saat saya sedang jaga dan tidak merajut, asisten lain pasti tanya begini, “Kamu nggak ngerajut, Hen?”. Alamak, rasanya seperti dulu ketika ngemil bumbu dapur dan ketahuan ibu. Bukannya saya tidak mau merajut, tetapi belum kuat beli banyak benang (garuk tembok). 

Poyeng juga menyediakan banyak buku-buku merajut, baik crochet maupun knitting. Buku-buku itulah yang paling banyak mempengaruhi saya untuk merajut ini-itu. Ah, buku memang selalu menjadi sahabat saya yang paling setia. Meskipun buku-buku itu semuanya berbahasa Inggris, tabrak! Maka tidak heran jika rajutan saya sering amburadul, tidak karuan bentuknya. Namun seiring berjalannya waktu akhirnya saya paham istilah-istilah knitting. Yeay!

Mengenal Poyeng, saya seperti bertemu kembali dengan masa kecil saya. Saat ibu sedang menjahit, saya bermain-main dengan peralatan jahitnya dan saya yang ditugasi membeli benang. Mengenal Poyeng, membuat tangan saya kecanduan membuat berbagai macam rajutan. Ada perasaan bahagia saat kedua tangan saya menghasilkan sebuah produk rajutan. Mengenal poyeng, berarti juga mengenal orang-orang dengan berbagai macam karakter. Terutama para asisten Poyeng, mereka keren! Mau menerima keberadaan saya, ‘alien’ yang tersasar di dunia craft.

Apa kata Henny tentang owner Poyeng:

Bagaimana ya mengungkapkannya? Mungkin begini, ibarat saya adalah rakyat jelata di negeri Ngayogyakarta yang kemudian bertemu dengan raja dan ratu di keraton. Satu lagi, banyak yang bilang mereka itu sepaket, tapi buat asisten Poyeng Selatan itu tidak berlaku. Sebab, ketika mas Bas ke selatan, mbak Ajeng sering nyangkut di Poyeng Utara.

Satu kata untuk Ducky. Suka! Udah.

Apa kata asisten Poyeng tentang Henny:

Bulan
mb hen ituuu sabar,baik hati, terus apa ya... Pokoknya baik banget deh. Oh iyaa.. Kalo mb hen udah bikin project knitiing, suka pengen ikut bikin jg.. Abisnya bagusss ^ ^);. Dan bikin iriii jugaa hahaha :D






Ifa
Mbak Heni itu udah kayak kakak sendiri. Kalau lagi sama mbak Hen, kita suka ngobrolin soal buku dan tokoh-tokoh fiksi. 









Farah
Pertama kali main di Poyeng ya ketemunya sama mb Hen ini, pipinya tembem hidungnya mancung orangnya cantik. Heuheu
Dia yang sering mengajariku untuk terus mengembangkan skill knitting kuu dan aku merasa aman bila waktu jaga ditemani oleh mb Hen karena aku merasa ia adalah “Ibuku” di Poysel wkwkwk







Oneng
Mbak Henny orangnya super duper sabar, selalu kasih solusi yang oke waktu aku konsultasi sweater pertamaku yang nyusahin itu, hm. Baru tau kalo Mbak Henny bisa ketawa ngakak waktu udah jadi asisten di PoySel. Kirain kalem banget gitu hehehe. Mbak Henny paling jago pokoknya, kalo ada pembeli yang nanya dan aku gak tau jawabannya, pasti Mbak Henny tau hihihi. Baik bangeeet, suka nganterin Mbak Bulan pulang dan bantuin nutup rolling door. Maafkan, aku kurang gizi T.T



Irin
Kalo inget heni itu yg pertama kali aku inget pasti kalem nya sama klo ngomong sama orang bisa halus+lembut gitu (dan aku iri banget sama itu,soalnya gabisa!). Karena aku sama dia sama2 fulltime di poyeng jadi kita sering jadi temen panik bareng kalo pas ada benang/barang dateng dan harus identifikasi itu barang lama ato baru. Walau pas awal kenal aku kirain dia anaknya anteng, ternyata aslinya rame & asik diajak gosip2 unyu gitu.



Ria
sbnernya gk pernah kebagian ngeshift sama mb henny. Mb henny 'lahir' di poyeng di saat aku cuti.. tapiii, bukan brarti kami b2 g saling kenal. Biar cutii, updet ttg poyeng ttep doonk. Haha. Sejauh mengetahui si embak yg skrg 'pemimpin' asisten poysel ini, dia orgnya baiiik, aluuus, rajiiin, tapi ttep kalo diajak gojeg ya bisa laaah XD.. daaaan, yg rada kaget itu, walaupun badannya kecil, kekuatannya buat makan itu BUESAAR. hahahaha. Cepet dpt jodoh ya mbaak, org jogja ajaaa ;)



Wina
Mbak heni ini anak mbak Ajeng yang paling alim yang aku tau. Selalu kelihatan pake rok. Selain mbak annis, mbak heni satu-satunya asisten yang manggil aku mbak sekalipun umurnya lebih tua dari aku. Suara alusnya cuma kalah pelan sama mbak aya, tapi mbak heni bisa lho mengeluarkan statement nyelekit. Tetap dengan senyum dan nada halus tentunya. Itu nggak pernah ketinggalan hehe. Biar sekarang mbak heni di selatan, masih kadang-kadang ke utara dan 'berbagi berita' bareng asisten utara hihihi.



Ifel
ukhti2 manajer poyeng selatan. Sama kayak kak Irin, hantunya poyeng, tapi poyeng selatan. Selama jam buka poyeng, kayaknya pasti ada mb Henny. Jarang ketemu mb Henny sih, tapi mb Henny baik kok, lemah lembut. Lucu kalo udah sama-sama bingung soal kode benang sama kak Irin wakakakak






mba Poyeng
Henny ini sebenarnya mantan anak lama yang direkrut ulang. Bukti bahwa sekali masuk Poyeng, susah move on-nya, bahahaha. Dia juga penulis, malah lebih sangar dari aku karena dia nulisnya novel, sementara aku nulisnya tutorial. Suka Harry Potter juga, bahkan sampe naik motor pake kacamata bulatnya Harry! Positif thinking dan polos bangeettttt, kebalikan ma aku yang seringnya curigaan ke orang asing. Tapi bagusnya Henny dia mau dan cepat belajar. Jangan sungkan nanya apapun ke kita ya Heeenn... Moga2 kamu lamaaaaaaaaa di Poyeng kayak Irin. ^ ^
Psstt, sebenarnya aku sering nyangkut di utara gara2 tempat dudukku di motor dijajah benang. - -);

Friday, July 15, 2016

Mengenal Asisten Poyeng : Farah

* postingan ini adalah artikel gaya bercerita yang memang bener-bener dari tangan pertama. :)

Aku Farah, capricornus, asli suroboyo, dan pemakai behel (tidak selamanya).
Penyuka ngemil dan sukak makan, tapi pokoknya ga suka makanan semacam jeroan dan kambing atau gajeh gajeh gitu. Aku ga masalah dibilang gendut, dan kalo aku ga makan itu bukan berarti diet mungkin lagi males aja. Tapi aku sama sekali ga takut gemuk dan malah aku pengen banget punya pipi tembem. Sekarang umurkuw 20 tahun, dan akuu ingin hepi hepi aja. Aku gak terlalu yang sibuk mempersiapkan masa depan yang penting hati senang hidup tentram semua tinggal dijalanin jaaaa. Walaupun kadang juga kepikiran masa depan siiihhhh. Heuheuheuu

Aku penyuka deadline, rasanya kalo semua serba kepepet itu asik dan gregetttt. Aku justru bukan orang yang mempersiapkan semuanya dengan sempurna karena aku penyuka kejutan dan apa adanya. Heuheu. Ku pengagum Dian Pelangi yeahh she’s my inspirator dan aku dapet hidayah pake hijab dari dia. Alhamdulillah. Aku islam tulen dari lahir dan berusaha terus memantaskan diri menjadi muslimah sejatiee yang sholihahh. Wqwqwq

Aku assistant baruuu di Poyeng sejak April 2016, baru banget kannn dan aku belajar knitting dari situ. Dulu sih cuma bisa crochet doang itupun tanpa pola dan asal jadi. Di poyeng aku merasa disana adalah tempat bermain dan belajar. Kusenang dan kugembira menjadi bagian dari keluarga Poyeng btw makasih Al temen jurusan DKV yang ngenalin aku sama poyeng.

Apa kata Farah tentang owner Poyeng:

Mas Bas dan Mba Jeng serta si Ducky
Awal ketemu mereka pas interview rasanya deg deg an, dan nerveous ini beneran bukan lebay. Karena aku merasa ada perbedaan ‘kasta’ diantara kami karena mereka adalah big boss quh. Tapi lama – kelamaan bisa nyantai jugaa dan karena mereka masih muda jadi nyambung. Yaaaa bisa jadi teman dan bos yang baik. Mb Jeng itu punya muka manis dan jawa banget dan btw makasih banyak sudah membantuku dalam tugas ku yaa Mbaa Jeng. Dan mas Bas adalah seorang yang kalem dan sepertinya penyayang. Jadi kalian adalah pasangan yang kompak dan romantis wqwqwq

Si Ducky itu lucu yaa warnanya biru tapi sayangnya aku belum pernah naik in kamuu.. Kapan2 kamu ajak aku jalan – jalan yaa Duckyyyy

Apa kata asisten lain tentang Farah:

Henny
Farah itu lucu, bisa kekanak-kanakan tiba-tiba. Ekspresif, bisa heboh sendiri saat hatinya sedang senang. Sungkan-an, bisa maju mundur saat mau bertindak. Fans beratnya Dian Pelangi sama Taylor Swift. Dan ia termasuk golongan orang-orang yang beruntung, bisa suatu waktu menang undian, gitu.






Ifa
Orangnya lucu. Awal dia masuk sih enggak banyak ketemu shift yg bareng Farah, jd belum begitu deket. Tapi akhir2 ini setelah ada shift yg bareng sama Farah, ternyata dia orangnya lucu dan asyik. Menyenangkan deh klo udah ngobrol akrab sama farah. XD







Bulan
meskipun baru kenal tapi yang jelas anaknya baik. Farah itu partner becandaan sayahh, hahaha XD Note: itu semua becandaan ya farr.. Bukan bully. m(_ _)m








mba Poyeng
Baru sebentar di Poyeng tapi dah nambahin bikin heboh. Ceria gitu orangnya. Jurusannya juga mirip2 aku, jadi lumayan nyambung lah kalo ngomongin tugas. Intip2 instagramnya, ternyata sering bergaya dan posting selfian. Sekalian aja gitu bikin fashion blog Far #farfaraway.. Doaku sih semoga tahan lama di Poyeng. Aamiin.

Thursday, July 14, 2016

Mengenal Asisten Poyeng: Bulan

* postingan ini adalah artikel gaya bercerita yang memang bener-bener dari tangan pertama. :)

Hallo.. Namaku Baiq Sri Bulan. Baiq aku dipanggil dikeluarga. Entah sejak kapan tepatnya aku dipanggil Bulan. Awalnya aku ga suka. Tapi karena udah biasa lama-lama aku terima hehehe. Ehh ada juga yg manggil aku bunga kalo awal-awal kenal. Entahlah aku juga bingung. Mungkin mereka khilaf, hahaha :D .

Aku mau cerita pertama kali kenal poyeng. Ceritanya panjang. Sebenernya aku tau poyeng sejak kuliah. Awalnya karena suka baca-baca blog orang. Eh nemu ulasan tentang mbak2 dan mas2 belajar ngerajut bareng di poyeng. Tertarik iya dan pengen banget ikutan, tapi ga tau harus kemana menuju poyengnya. Maklumlah masih maba, belum tau kemana-mana :D . 2 tahun kemudian, aku dapet musibah, laptopku rusak. Aku merasa separuh jiwaku hilang wakakaka. Iya laptop bagian dari hidupku, temen deket tempat mencurahkan apa saja susah senangku lewat tulisan. Entah kebetulan atau emang jodoh, aku dapet petunjuk tempet benerin laptop dijalan palagan. Lagi-lagi nemu dari hasil kepoin blog orang. Sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui. Hihihi. Nah pas banget ketemu deh toko poyeng. Excited. Aku beli benang dan hookpen, karena aku waktu itu Cuma tahu crochet. Aku ingetnya waktu  beli ada Mas Bas dan Mb Ria. Kalo ga salah. Waktu itu kan blum kenal hehe. Baru setelah kurang lebih 1tahun kemudian aku partime jadi asisten poyeng. Lagi-lagi  iseng browsing di internet. Heheh. Dipoyeng aku nemu keluarga baru. Ga tau kenapa bisa langsung akrab gitu. Selain itu jadi asisten poyeng aku dapet buanyak pengalaman hidup meskipun belum setahun jadi asisten poyeng.

Apa kata Bulan tentang owner Poyeng:

Mba Ajeng dan Mas Bas apalagi baik banget. Gimana ya ngomongnya. Baik banget pokoknya. Sebagai orangtua kita para asisten. Kalo ngobrol juga enak kalo ada masalah apa-apa. Orangtua banget deh. Buat  Mba Ajeng dan Mas Bas Makasih banyak ^__^

Ducky, aku  suka warnanya. Lucu-lucu gimana gituu. Ducky ituu.. Mba Ajeng dan Mas Bas banget deh. Kalo liat mobil yang sama seperti Ducky langsung keinget poyeng, yang pasti inget Mas Bas dan Mba Ajeng sepaket. Hehe

Apa kata asisten lain tentang Bulan:

Henny
Ini ibu guru dan gadis Lombok yang selalu mau kalau diajak pergi ke toko buku atau perpustakaan. Rajin, super. Mukanya paling sering galau, tapi entah apa yang bikin dia galau (lha ditanya ngga mau jawab eh). Saat mood-nya sedang baik, dia bisa menceritakan kisah lucu dengan berapi-api. Bully-able, haha. Dan paling sering ada di Poyeng, itu karena setelah ngajar di pedagogia njuk kesorean nggak dapet bus akhirnya nungguin Poyeng sampe tutup.




Ifa
Ibaratnya kami adalah pemuja benang, pengen nyobain semua benang apalagi kalau ketemu benang baru! Orangnya juga seru, heboh juga setiap kali cerita hal-hal lucu. Selalu bisa bikin Poyeng rame.







Farah
Pertama kali main ke Poysel juga langsung ketemu mb Bul. Mb Bul adalah sosok calon wanita tangguh wkwkwk karena ia adalah seorang guru TK. Mb Bul ini sooo drama queen bangeett dia sukakk mendramatisir ketika lagi rumpik rumpik dengan gaya akting yang lumayan. Hahaha dan diaa kadang sukak jail







Oneng
Kurcaci Bulan. Badannya kecil pendek sepertiku tapi tukang kibul -_- dan dengan bodohnya aku mau aja dikibulin. Sukanya bawa snek dan ninggalin sneknya itu buat asisten setelahnya, baik banget kan. Mbak Bulan lucu, suaranya bagus, cocok mengajar anak TK hehehe. Mbak Bulan setrong ke mana-mana bersepeda. Spesialis amigurumi seperti Ifa. Teman membeli gorengan Mbah yang enak.





mba Poyeng
Dia salah satu asisten Poyeng yang tahan lama. Udah mau lulus bentar lagi. Dan gigih dalam bekerja, karena selain di Poyeng, juga kerja jadi guru TK! Kemana-mana ga terikat kendaraan, jalan kakipun dijabanin! Suka nyobain benang dan rajut2 barang hanya karena pengen bukan buat siapa2. Dari pengalaman Bulan nih paling lama deh buka wasap.. Trus suka ga mau nanya kalo ada yang ngebingungin sehubungan Poyeng, padahal ada aku & mas bas lagi disana.. tanya aja kali Bul.. kita ga gigit kok. ^ ^v


Wednesday, July 13, 2016

Mengenal Asisten Poyeng: Ifa

* postingan ini adalah artikel gaya bercerita yang memang bener-bener dari tangan pertama. :)

Hajimemashite! Perkenalkan aku Ifa, salah satu asisten Poyeng Selatan. Lahir dengan nama Hanifa Rahma Ekasari, yaa.. banyak yang kenal aku dengan nama Hanifa sih, tapi buat panggilan di Poyeng pengecualian (katanya namaku kepanjangan buat dipanggil, hihihi…). Lagipula Ifa itu juga nama kecilku dari lahir ^_^. Aku sulung dari 4 bersaudara, anak paling gede, tapi kadang masih kekanakan. Hehe… Hobby dengerin musik dan karokean dikamar, nonton anime, oh baca komik dan novel juga. Oya, sekarang aku  masih kuliah disalah satu perguruan tinggi swasta di Jogja, semester 4.

Pertama kenal poyeng sih dari twitter pas cari-cari info lowongan kerja. Sebelumnya udah ngirim beberapa lamaran sih, tapi enggak ada panggilan sama sekali. Dan gegara frustasi karena kelamaan libur semester dan butuh kegiatan buat isi waktu luang, akhirnya iseng kirim lamaran ke Poyeng yang saat itu butuh parttimer buat cabang barunya di daerah selatan Jogja. Kebetulan juga waktu itu baru seneng-senengnya belajar rajut walau otodidak. Udah kenal rajut dari SD dan belajar pertama kali dari simbah, diajarin crochet tapi cuma mentok sampai bikin chain doang. Bener-bener niat belajar rajut lagi waktu kuliah (lama ya?!) Akhirnya… Bulan Agustus 2015 aku jadi perttimer Poyeng selatan. Dan yang ngajarin knitting adalah mbak Heni. Yaa.. soalnya waktu itu parttimernya masih pemula semua soal knitting :D

Poyeng itu udah kayak surganya perajut. Benang apapun jenisnya ada disini, apalagi jarum-jarum knitting yang jarang banget dijual diluaran sana. Ngomongin soal benang yang pernah dipakai… Akhir-akhir ini aku baru suka pakai bulky, biar dibilang bahannya panas, kupikir itu cocok buat aku yang kadang-kadang suka kedinginan tiba-tiba (Butuh kehangatan… &_&)

Katun adalah benang yang dulu sering kupakai, diknit oke dicrochet juga sip. Pernah menjamah polyester juga, tapi aku pakai buat bikin tali kumihimo. Satu lagi yang pernah aku pakai adalah mohair, butuh ketelitian kalau mau pakai benang berbulu lebat ini. Kemarin sih mohair aku pakai buat bikin amigurumi. Sesekali biar amigurumiku punya bulu dan kelihatan kayak boneka beneran ;D

Aah… ini jdinya lebih dari 1 paragraf. Mungkin itu dulu sekilas perkenalan dari aku. Yoroshiku…

Apa kata Ifa tentang owner Poyeng:

Mbak Ajeng & Mas Bas:
Selalu bersama. Pasangan bahagia yang bikin iri. Mereka adalah bos yang paling baik hati dan perhatian sama asisten-asistennya. Bos paling baik yang pernah saya temui, bos yang bisa membaur bersama para asisten seperti keluarga :D

Apa kata asisten lain tentang Ifa:

Henny
Gila Jepang. Super rajin. Irit ngomong (seperti saya), kalo lagi jaga bareng sering khusyuk sama rajutan masing-masing. Nah, nanti kalau udah mulai ngobrol anime atau apapun tentang Jepang, susah berhenti. Jagonya bikin amigurumi.







Bulan
orangnya baik, suka jepang bgt, trus kreatif orangnya. Terakhir sama ifa kita-kita dikasi stich marker ala ifaa.. Makasi yaa faa. 









Farah
Ifa ini identik dengan sesuatu yang berbau ke jepang – jepangan. Kadang kalo sudah membahas sebuah film jepang atau anime hebohnya luarrr biasaadan aku sama sekali ga ngerti tapi ikutan ketawaa gegara liat hebohnya dia ketawa. Wqwqqw Semoga besok kita bisa jalan jalan ke Jepang bareng yaa Faaa







Oneng
Ifa yang paling diem di antara kami semua. Suka jepang-jepangan kayak Mbak Ajeng kayaknya, mereka suka ngobrol berdua dan aku yang paling tidak mengerti. Ifa punya selera baju yang sama sepertiku, ada rumbai rok dikit gitu  sama suka pake cardigan juga. Aku dan Ifa kadang terlibat obrolan serius gitu hahahaha padahal awalnya nggak penting eh berakhir curhat. Jago amigurumi. Paling sabar dalam mengatasi benang yang bundet.




mba Poyeng
Ifa adalah salah satu asisten Poyeng Selatan yang tahan lama, suatu prestasi besaaarrr! Moga-moga bisa sampe 5 tahun kek Ria yaa.. wkwkwk. Dia salah satu asisten Poyeng yang datang dan pergi pake sepeda (like it!). Dia juga yang paham beneran kalo aku lagi nyebut2 Takeru Satoh. Dan semacam katalog anime, sampe2 aku mlongo karena aku bukan penonton anime (cuma nonton apa yang dikasih di tipi kabel ga sampe nyari2 ke warnet). Antusias banget ma jepang2an.. Hmm.. jadi teringat masa muda... semoga kamu sama antusiasnya pas nyampe umurku ya Fa.

Tuesday, July 12, 2016

Mengenal Asisten Poyeng: Oneng

* postingan ini adalah artikel gaya bercerita yang memang bener-bener dari tangan pertama. :)

Halo namaku Oneng Ayu Annisa, panggil aja Oneng. Habis nama disebut, pasti langsung pada nanya…. “Eh Oneng? “ “Beneran itu namamu?” “Kirain nama-namaan doang.” huhuhuhuhu udah biasa. Iya itu nama beneran sesuai yang tercetak di akte kelahiran. Sebenarnya perkara nama ini cukup rumit untuk dijelaskan. Aku anak kedua, kakakku laki-laki dan namanya jawa banget. Waktu itu menuai protes gitu deh dari keluarganya Papah, katanya “Wah namanya dapet dari candi mana itu?” Imbasnya, namaku jadi perpaduan dari bahasa Madura, Jawa, dan Arab.  Oneng (hm sebenernya pengucapan ‘neng’ di sini mirip waktu ngucapin ‘kuning’ dalam bahasa jawa. Nah dah rumit belum? Tapiii kebanyakan sih panggilnya Oneng biasa kayak istrinya Bang Juri itu. Biar ga ribet) artinya mengerti, Ayu berarti cantik, dan Annisa itu perempuan. 

Keluarga kecilku terdiri dari Mamah, dan kucingku Emen. Mas udah punya keluarga sendiri dan punya adik bayi gendut. Papah meninggal sejak aku SMP. Aku suka sekali bersih-bersih dan merapi-rapikan apapun disekitarku, bikin-bikin sesuatu pake tanganku dan aku nikmati sendiri, menghias kamar, dan mendengar cerita-cerita baru dari orang asing. Lebih suka diem daripada ngobrol, tapi kalo topiknya aku suka, aku juga bisa berisik hehehe. Kalo sedang sedih, aku jarang bisa marah-marah dan meledak kayak bom, aku biasanya diem. Musik yang nggak berisik juga bikin aku tenang dan bisa semangat lagi menghadapi hari-hari capek. Nggak up date sama lagu-lagu baru, yang aku tau dan dengerin ya cuma musik-musik yang aku suka aja. Stars and Rabbit suka, Frau, Tulus, Banda Neira, Float, Beirut, Brilliant at Breakfast, Endah n Rhesa, Homogenic, Mocca, aduh terlalu banyak untuk disebutkan. Kalo ditanya lebih suka karaoke atau nonton, aku pasti pilih nonton! Film-film yang pake plot twist, drama yang nggak terlalu menye, action yang darahnya nggak banyak, horror yang gapake plus-plus, aku suka. 

Sebelumnya aku crocheter sih, Mamah yang ajarin. Cuma berhasil bikin tatakan gelas aja hehehe. Dan beli benang+kitnya pun belum di Poyeng. Kenal Poyeng gara-gara blogwalking ke mana-mana, akhirnya nyasar ke blog Poyeng. Awalnya cuma suka liat benang warna-warni, lama-kelamaan berani mampir ke Poyeng Utara belajar bikin syal stockinette. Syal pertama itu aku bikinnya lama banget, hampir setaunan karena aku tinggal-tinggal. Rumahku yang jauh dari Poyeng Utara mungkin juga jadi faktor kemalasan improve skill sih. Eh terus ternyata Poyeng buka cabang di selatan, jadi rajin main dan gangguin Mbak Henny deh hehehehe. Waktu itu bodoh banget bikin sweater tanpa pake pola. Jadi vest deh akhirnya, karena arm hole kegedean. Knitting itu butuh kesabaran banget, dari masalah benang ruwet, pola salah, dan nikmatin proses bikin, bukan ngejar buat cepet selesai. Karena menurutku, kalo cuma ngejar cepet, hasil bakalan ga rapi dan ngerjainnya capek.

Apa kata Oneng tentang owner Poyeng:

Mbak Ajeng
Skillnya sudah tidak perlu diragukan lagi. Cardigan fair islenya huhuhuhu bagus bangeeeet dan wow! Mahal. Mbak Ajeng suka kucing juga setauku. Suka manggil Mas Bas dengan mesrah hihihihihi iri deh, bikin pengen nikah saat itu juga -_-

Mas Bas
Datengnya hampir selalu sepaket sama Mbak Ajeng, kecuali kalo lagi bawa benang dan ngangkut pake motor. Masalah listrik? Angkut-angkut? Perbaikan komputer dan printer? Restock barang? Nitip pesenan? Mas Bas jawabannya. 

Ducky
Aduh semacam mobil idaman. Belum pernah naik tapi. Suka nongol di siang yang panas atau mendung, dan sore-sore, diparkir persis di depan Poyeng. Kalo ketemu Combi warna putih-biru muda di jalan, dan ada tulisannya Knitter on Board, itu pasti Ducky!

Apa kata asisten lain tentang Oneng:

Henny
Wohooo! Ini si muka jutek. Dari luar tampak jahat, tapi kalo udah kenal ternyata sangkaan itu salah besar! Resikan dan asisten yang paling canggih urusan ngepoin orang. Semangat banget belajar knitting.







Ifa
Dia orangnya juga seru kayak mbak Bulan. Selalu bisa membuka obrolan. Dia orangnya gampang dijahilin juga sih, dan yang suka nge-bully dia adalah mbak Bulan, haha… Asik diajak ngobrol juga, karena kita seumuran.







mba Poyeng
Kalo lagi jejeran ma Oneng, entah kenapa selalu jadinya bilang, "kamu kecil banget sih" sambil bandingin tinggi badan.. habis, kamu imut banget sih, ga tahan jadinya buat ga komen #gemes. Dia asisten Poyeng yang pas baru masuk udah ngelewatin tahap bikin baju dan dia itu likeable banget. Kalo kacamatanya dilepas, nonongnya langsung menyilaukan, tapi kalo pake kacamata blas ga kerasa. Fashionnya juga paling lucu. Warna-warnanya soft dan earthy, agak-agak mori style gitu. Jadi anak Poyeng terus yaa..


Monday, July 4, 2016

Mengenal Asisten Poyeng: Usi

* postingan ini adalah artikel gaya bercerita yang memang bener-bener dari tangan pertama. :)

Namaku Ammrita, tp seringnya dipanggil Usi. Nggak usah bingung itu tercantum kok dinamaku paling belakang -firdhausi.

Aku mahasiswi jurusan elektro di universitas swasta yang letaknya diujung utara jogja (tebak aja sendiri). Untuk hobi, aku bukan tipe orang yang terlalu tekun mengerjakan suatu kegiatan, gampang bosen sih bahkan bibir diem aja aku nggak tahan pengennya ngegerus terus. Selain aktif kuliah sama jadi asisten di poyeng, aku juga aktif di organisasi bawahannya BNN, nggak muluk-muluk kok cuma jadi volunteer aja.

Alasan knapa aku gabung jadi asisten Poyeng adalah pertama aku butuh gaul sama temen-temen cewek lebih banyak lagi. Kedua, asik kayaknya kalau dibilang calon istri idaman kan pinter ngerajut. Ketiga, lumayan ya feenya bisa nambah uang jajan, jadi tabungan nambahnya juga cepet. Keempat belajar profesional kerja juga walaupun cuma part time tapi kan pengalamannya lumayan dibawa kalau besok udah kerja beneran buat nambah spesifikasi diri.

Apa kata Usi tentang owner Poyeng:

Owner poyeng namanya mba Ajeng sama mas Bas(kara). Aku terimakasih banget sama mereka mau nampung aku di Poyeng. Kalau nggak ada mereka mungkin aku udah busuk dirumah sendiri nggak ngapa-ngapain. Mereka baik banget sering maafin aku dan ngajarin banyak hal, asisten lain juga sih. Mereka itu pasangan nyentrik dan mandiri, bisa dijadiin kiblat buat sama pacar. 

Apa kata asisten lain tentang Usi:

Anak baru yang cepat belajar dan kalo blom kenal, keknya orangnya judes, poker face gitu lho. Haha. Tapi kembali lagi ke takdir (?) asisten POYENG, GELO. Hahahaha. Dia bilang aku mirip mbaknya, aku bilang dia mirip mbakku. Haha. Jadi smacam menemukan saudara lama yang jarang bersua :p Paling suka nyuci dan sering banget bawa cemilan terutama T*RO. Gak beda jauh sama Orin urusan jailnya.. Cuma emang kalo urusan hitung-menghitung, sedikit angkat tangan ya sii, hahahaha Pizz


Jujur aku paling jarang ketemu Ussi, tapi sekalinya ketemu dan ngumpul bareng ternyata sama aja gilanya sama yang lain. Kurang se-ons klo kata mbak irin ahaha. Ussi sering bawa buntut juga ke poyeng, yang ternyata sama juga kayak dia, nambahin koleksi orang-orang unik yg ada di poyeng 






Usi ini salah satu contoh lagi kalo kadang poyeng bikin kita ketemu sama mutual2 temen yang ga kita duga. Setelah beberapa minggu kerja, aku baru tau ternyata dia adek nya temen ku. Hobby banget rapi2 sama kaya orin dia. Kadang tiba2 ilang semua barang ku yg ada di depan ku, kena sweeping dirapiin (bahkan pernah aku keilangan cucian piring!). kadang suka usil juga, tiba2 ambil foto ato video tanpa kita kerasa, tapi lucu si emang hasilnya. Hal paling lucu yang aku kadang ga tahan buat ga gangguin itu pas dia lagi ngitung, ngitung apapun, terus tiba2 blank gitu langsung soalnya :p.

Ini dia asisten paling ‘Gres’ di Poyeng alias paling baru. Pertama kali ketemu Usi aku sedikit tertegun sama muka jutek dan nada judesnya, tapi rupanya, seperti Orin, dia nggak sejudes kelihatannya. Kadang tingkah Usi ini bikin ngakak dan geleng-geleng kepala, apalagi waktu aku tau kalau Usi lemah sama cowok ganteng hahaha. Dia kalau ngomong suka ceplas-ceplos dan bisa mendadak berubah logat sampe yang denger heran sendiri.



Mbak Usi ini baru lahir jadi asisten Poyeng. Karen dia lahir di poyeng, akhirnya Poyut bisa bikin Paguyuban UII Poyeng. Soalnya sekarang mahasiswi UII di Poyeng lumayan mendominasi, apalagi kalau mbak Tami juga ikut nongkrong di Poyeng wakakaka. Oke, balik ke mbak Usi lagi, jadi mbak Usi ini orangnya suka ketawa. Suka bawa tugas ke Poyeng, karena biasa lah anak teknik sibuk tugas. Terus tiap hari Jumat pasti ke Poyeng dianterin pacar wkwkwkwk. Suaranya kecil tapi otaknya kadang sengklek ahahaha :p. Umurnya yang paling deket sama aku diantara asisten Poyeng yang lain. Terus denger-denger dari asisten lain, katanya mbak Usi itu aktivis gituuu. Mungkin bisa menggantikan gelar 'ibu pejabat'-nya mbak Ria? Xixixi :p

mba Poyeng
Usi itu kalo liat pertama mukanya judes banget, tapi dua puluh menit kemudian ketahuan aslinya gimana. Haha.
Dia suka bersih-bersih kayak Orin (aku suka model yang kek gini. khikhikhikhikhi *ketawa penuh penghayatan*).
Karena anak paling baru, masih perlu banyak belajar dari kakak-kakaknya terutama soal *ehem* nyales,
Dan.. kurangin galak sama pacar di depan umum Us. kasian tuh diliatnya. :p

Sunday, July 3, 2016

Mengenal Asisten Poyeng: Ifel

* postingan ini adalah artikel gaya bercerita yang memang bener-bener dari tangan pertama. :)


Alo, namaku Rifelda Amadea Rosady, biasanya dipanggil Ifel atau Ipel. Aku anak pertama dari 2 bersaudara. Aku lahir tahun 1997 (yes yes yes! Aku paling muda diantara asisten poyeng yang lain wekk! :p). Sekarang lagi disibukkan sama kuliah yang padat dari pagi sampai sore, ke poyeng cuma seminggu 2 kali, dari pagi sampai sore juga. Kalau ditanya soal hobi, aku juga bingung sih. Mau bilang hobi makan, tapi makan itu kebutuhan. Mau bilang hobi tidur, tidur itu juga kebutuhan. Apa ya? Oh ini aja, aku hobi kulineran dan jalan-jalan.
Soal perkenalanku dengan Poyeng dan merajut, waktu itu aku kelas 2 SMP, aku pengen belajar merajut dan akhirnya dikenalkan sama kak Irin ke Poyeng. Waktu itu aku diajarin sama mantan asisten, mbak Brigitta. Terima kasih mbak Brigitta sudah sabar mengajariku muehehehe :3 Terus sekarang udah bisa bikin macem-macem, cuma kadang susah ngumpulin niatnya buat bikin dan melanjutkan project wakakakakak! =))
Mulai jadi partimer itu habis kelulusan kelas 3 SMA buat mengisi liburan yang super panjang, ya ceritanya biar liburan produktif ahahahaha. Terus sempat cuti karena udah masuk kuliah. Karena kuliahku selo abis, bisa deh ya nyambi sebentar-sebentar jadi partimer walaupun backstreet hehehe. Dan taraaa, sampai sekarang masih menjadi partimer Poyeng yang paling muda di antara partimer yang lainnya. Yes yes yes! :p


Kesanku tentang Poyeng ituuu antara masyaAllah dan subhanAllah. Kenapa? Soalnya poyeng itu menajukbkan. Mulai dari benangnya yang banyak, aksesoris printilan-printilan yang banyak juga, sampai pelanggan-pelanggan yang uwuwuw deh :3 ya gitu deh. Poyeng itu Wonderland. Ifel lost in Wonderland~

Apa kata Ifel tentang owner Poyeng:

Mas Bas
Bertampang garang tapi berhati lembut wakakakak :p. Ya gitu deh mas Bas, berambut gondrong bertampang seram tapi baik dan sabarnya masyaAllah. Mas Bas sangat mengayomi anak-anak Poyengnya dan mas Bas pengertian kalo anak-anak Poyengnya sedang lapar ahahahaha =)). Aku belum pernah liat mas Bas marah dan penasaran kalau mas Bas marah itu gimana. Tapi aku nggak mau dimarahin sama mas Bas ._.

Mbak Ajeng
Mbak Ajeng itu nyonyah nyentrik dan unik banget. Keterampilan tangan dan merajutnya udah tingkat dewa *standing applause*. Tentang masalah kebersihan workshop, ndak bisa ditolerir sama mbak Ajeng. Kalau meleng, bisa-bisa kena ‘umbah’. Mbak Ajeng juga baik hati, tapi kalau lagi sensi ya mending diem aja wkwkwkwk :p. Rumah mbak Ajeng dan mas Bas paling sering dipakai buat tempat ngumpul. Mbak Ajeng juga punya kucing hiperaktif yang gangguin-able si Trixy wihihihi :p.

Ducky
Mobil keluarga Poyeng, literally mobil keluarga karena bisa menampung asisten dan eks-asisten yang lagi penat butuh liburan. Ducky berjasa besar karena bisa angkut kita-kita buat liburan yes yes yes!

Apa kata asisten lain tentang Ifel:
Ini asisten yang aku kenal dari dia lahir juga selain wina  pastinya,secara sepupu sendiri. Dia yang paling muda diantara asisten2 yang lain. Tadinya dinobatkan sebagai duta alay sepoyeng, tp sekarang udah engga koq. Mungkin karena paling muda, dia salah satu yang paling panikan kalau sama pelanggan, jadi kadang lucu aja liatnya. Paling bermasalah sama pintu poyeng karena entah kenapa selalu gagal nutup! Untung ga pernah kebagian tutup toko. Yang paling aku suka dari dia, kalo ngadepin pelanggan kalem

Bocah dengan umur paling muda. Kalo lagi gak ada kerjaan, beeeeeeuh, tangannya gratil banget. Kalo ada kertas sekecil apapun itu di depan dia, keknya bakal jadi korban ‘kegatelan’ dia deh. Haha. Walaupun orangnya gak terlalu banyak omong (termasuk yg pendiem di antara asisten POYUT), yang namanya asisten POYENG ya tetep aja gila.. kuliah yang rajin ya Nak, jangan sering galau

Kalau ditanya soal Ifel, aku jadi bingung sendiri. secara dia ini sepupuku dan aku kenal dia udah dari lahir. Udah ngeliat jaman kecil, jaman alay, sampai sekarang ini jaman kuliah. Kadang dia masih kayak anak kecil, kadang jadi jauh lebih dewasa dan berani nasehatin aku (Huft!). Ifel ini yang ekspresinya paling gamblang di antara semua anak poyeng. Kalau seneng dia bakal keliatan seneng, kalau kesel ya bakal keliatan jelas. Karena paling muda, dia sering dipanggil ‘Anak SMA’, padahal udah nggak SMA lagi.



Henny
Pertama kenal, dulu saat dia masih SMA. Nah, sekarang udah kuliah. Rasanya seperti melihat metamorfosa kupu-kupu.









Orin
Si bocah alay yang sudah tak alay lagi (udah pensiun dini; katanya). Kadang aku suka heran, klo lagi cerita-cerita di poyeng trs ifel disandingin sama wina, bingung deh tuh mana yg kakak mana yg adek. Adeknya lebih expert dari kakaknya, mungkin ifel mainnya udah cukup jauh ya. Mbok kakaknya diajarin, biar ‘pinter juga’ :p

Dia asisten paling muda dr yg lain, nggak heran dia yg sering baper. Tapi ifel lucu, polahnya lebih sering konslet daripada normalnya. Ya penghibur lah ada yg lebih muda dr aku. 

Ifel ini klan termuda dari keluarga Iwanda yang ikutan diboyong ke Poyeng. Karena sudah sering moyeng, aku dah ga perlu lagi ngasi briefing panjang-panjang dan udah tau juga karakterku kayak gimana kalo lagi ngurusin Poyeng. Dia lebih 'senior' dibanding kakaknya Wina dalam hal-hal tertentu. *uhuk*
Ifel mau belajar dan gampang dikasih masukan, kunci sukses masa depan tuh Fel. wkwkwk.


Saturday, July 2, 2016

Mengenal Asisten Poyeng: Orin

* postingan ini adalah artikel gaya bercerita yang memang bener-bener dari tangan pertama. :)

Haii, namaku Orin Wijaya. Biasa dipanggil orin, atau or, atau yin atau apalah terserah kalian xD
Aku suka banget dengerin musik, paling suka indie lokal atau pun luar. Tapi klo di dengerin lagu-lagu hits mainstream gitu ga nolak juga sih, selama masih enak di denger hehe. Aktifitas selain di poyeng, masih struggle dengan tugas akhir (;_;), kadang suka ada job foto juga, tapi akhir-akhir ini malah lebih sering jadi konsultan self-branding. So for further information, please contact me *malah promosi xp

Awal tau poyeng itu tahun 2013 klo ga salah, pas lagi nongkrong-nongkrong cantik bareng temen di salah satu café di jogja liat flyer-nya Poyeng. Berhubung aku suka banget craft and handmade stuff aku jadi penasaran, pas buka web-nya Poyeng makin semangat soalnya Poyeng juga mau ngajarin ngerajut and totally free!

Berangkatlah aku dan temenku ini ke Poyeng dan ternyata pas kesana seru bangeet, tapi setelah itu sempet ketunda bentar. Sampai akhirnya mulai lagi dan aku ketagihan ke Poyeng, sering banget nongkrong disana berjam-jam, sampai mbak Irin hapal tuh wkwk..
Eh terus, pas banget aku lagi cari distraction tiba-tiba mbak Ajeng nawarin buat part time. Ga pake abcd langsung aku iyain, bahkan belum ijin nyokap. Meskipun ujung-ujungnya nyokap bolehin juga hehe.
Intinya I’m more than grateful to meet you guys, the craziest amazing people I’ve ever met. I’m so happy and to call you as my family, brother and sister from another mother :’)

Apa kata Orin tentang owner Poyeng:

Mbak ajeng&Mas Bas
Mereka itu bukan cuma Boss besar buatku, mereka itu sahabat dan juga papa&mama selama kenal poyeng. Sering banget dikasih nasehat dan wejangan-wejangan hidup biar lebih baik lagi, di semangatin buat buruan nyelesein di itu x’D. Klo lagi mode boss on bisa galak banget sampe kadang serem, tapi klo udah lagi papamama mode on baiknya ampun deh o:)
Pokoknya mas Bas sama mbak Ajeng itu sepaket deh, cocoknya dinamain Dinamic Duo.

Ducky
Hey Ducky, kapan kita foto bareng? Biar hits kekinian gitu..
Klo lagi kerumah mbak Ajeng yg nyapa duluan pasti Ducky, selalu stand by disitu menyambut tamu yg datang trus abis itu baru disapa Trixy meong-meong dari ruang kerjanya mbak Ajeng.
Ducky itu kuat, mampu menampung semua asisten poyeng dengan tabah ke tempat yg kadang bisa dibilang jauh. Pokoknya Ducky, kutunggu loh kapan kita mau foto bareng :D

Apa kata asisten lain tentang Orin:

Irin

Salah satu hal yang pertama aku inget dari orin itu, usillllll banget. Kadang-kadang usilnya bener-bener ga terduga, misal: nusuk2 pahanya ria pake jarum rajut (sumpah ga berani aku soal e). Dia orang nya rapi + bersih banget, jadi pasti aslinya sebel banget tu sama aku (maap yak!). Kalo urusan dandan sama pilih baju dia yang paling bagus sense of fashionnya, jadi ga pernah aku liat dia salah kostum apa lagi pake baju yang ga matching. Mungkin kalo orang pertama kali ngomong sama dia atau denger dia ngomong pasti mikir “gilaaa judes banget jawab nya” tapi percaya sama aku itu default, jadi ga maksud judes ato galak emang nada suaranya kaya gituuuu.

Ria
Bertambah lagi 1 makhluk yang spesiesnya sama kek aku en Wina. Pejuang kuliah semester akhir (aamiiin). Orangnya kurus, kecil, tapi perutnya rada nongol. Pizz ya Riiin. Haha. Dia baik, perhatian, doyan foto, dan OCD. Alhamdulillah skarang udh ga terlalu, jadi gak kasian” amat ngliat dia ‘gatel’ sama apa yang dianggapnya tidak sesuai pada tempatnya, haha. Oh iya lupa, JAIIIIIIIL banget anaknya.






Wina
Orin ituuuu, adeknya Trixy yang kadang jahilnya lebih-lebih dari kucing garong, tapi paling oke kalau dimintain saran soal mode dan penampilan. Orang poyeng yang suka duilin pahanya Ria selain Nyonyah. Temen menggalau waktu cuaca mendukung (Read : mendung suram ditemani lagu melow). Pertama kali ketemu Orin, ada dua opsi kesan yang bakal melintas di kepala orang-orang, yaitu judes atau jaim, tapi pertemuan kedua, ketiga, dan seterusnya… ternyata baik dan gelo-nya sama aja kayak anak poyeng yang lain hahaha. Pokoknya jangan sampe ada ‘omongan orang yang udah ga sayang’ ya, Rin di antara kita ^^V.

Ifel

Mbak Orin itu asisten baru yang udah mau jadi asisten lama. Cocok jadi anak komunikasi soalnya ceriwis. Kecuali kalau dia lagi bete atau PMS, pasti pasang tampang jutek & diem aja. Seni fotografinya bagus, jadi suka kagum liat feeds-nya di instragam & kalau hunting foto sama dia huehehehe. Mbak Orin juga sering nongkrong di cafe-cafe lucu jadi sering tanya ke dia juga soal tempat nongkrong. Mbak Orin juga tabah mengurai benang kusut, tapi kemarin akhirnya minta bantuan kak Wina karena udah desperate tidak bisa menyelesaikannya seorang diri wkwkwkwk :p. Terus sekarang juga jadi talent foto-foto hasil rajutan Poyeng. Mbak Orin juga sekarang lagi sibuk berkutat sama sesuatu yang tidak boleh disebut namanya. Semoga bisa lulus tahun ini juga. Aamiin!

Usi
Dia yang paling klimis dr yg lain makanya dia yang paling sering difoto mba Ajeng buat model produk. Mb Orin pemerhati yg baik lho, aku jarang dicuekin sama mb orin.








mba Poyeng
Orin itu dah kayak keluarga sendiri (kayak adik dimana Wina, Ria, dan Irin jadi kakaknya). Suka main ke rumah sampe nginep, usil setengah mati sama Trixy, gampang dikasih makan (apa aja cenderung mau, kecuali teri), gampang adaptasi, enak buat diajakin foto-foto produk buat jadi modelnya, dan ngangenin kalo engga ketemu lama. (iya gue ngaku, puas?? XD). Oiya, sering banget dimodusin cowok. Trus karena paling fashionable, bikin pak Bos jadi pasang tampang lebih gahar kalo lagi ngajak semua anak Poyeng pergi bareng. Tapi dia-nya bebal aja sih diliatin cowok. hahaha.


Related Posts with Thumbnails
beberapa link tersambung ke Facebook. Pastikan situs tersebut tidak terblokir di tempatmu :) Tidak perlu punya akun FB untuk bisa membuka Page Poyeng ;)