intellectual property.

you are welcome to look, read, study, and learn. you are welcome to link/share it. you are welcome to quote or rewrite some of my post, but please don't forget to mention me/link my site. But you are not allowed and please don't take any of images (with or without watermark) from this site without my permission.

Cerita Sudut Poyeng : Tantangan Ngerajut Poe

Holaaaa....
Ada cerita baru lagi nih di sudut poyeng. Jadi kemaren (13 juni 2013) ada dua orang lagi maen ke Poyeng dan ternyata mereka mau taruhan... *wiiii.... taruhan...
Yep, dalam rangka ultah temen cewek Rian, eh lupa ding ngenali si cewe ini, dia namanya Poe... dia menerima tantangan dari Rian, tantangannya adalah .... *drumroll* membuat sweater buat Rian!!

Poe sendiri mengaku belum punya dasar sama sekali untuk merajut, dan dengan rekomendasi dari temennya Rian, yang salah satu member Poyeng juga, akhirnya mereka berdua main ke Poyeng.
Dan Poe akhirnya per tanggal 14 Juni ini udah mulai mengerjakan proyek tantangannya, dengan deadline yang dikasih Rian adalah tanggal 27 November yang bertepatan ultahnya Rian...

Wah pastinya Poe juga deg-degan apa bisa menyelesaikan sweater sampai bulan November atau nggak.
Yuuuk kita support yuuk, kasih semangan buat Poe. Reward buat Poe kalau bisa menyelesaikan sweater, Poe dapat liburan ke Dieng plus dapat sepatu, terus kalau Poe gagal, dia musti bayarin liburannya Rian ke Dieng plus sepatu jugak...
Nah kalau sama-sama berhasil? Kata Poe, ya mereka bakal liburan bareng dong ke Dieng, dengan catatan Rian juga harus berhasil diet, dan kalau dua-duanya gagal, keduanya harus sama-sama beli sepatu, *weeee... kira-kira sepatunya kembaran ngga ya?


Hayo-hayo yang mau ngasih semangat ke Poe mention aja dia @dyahtrianas :D supaya dia bisa cepat merajut dan menyelesaikan tantangannya. Hehehehe... Goodluck yah buat Poe.
Yuuk yang pengen cerita dibalik project rajutannya pengen ditampilin di blog Poyeng, main aja ke Poyeng, siapa tau cerita kamu bisa masuk juga. Biar bisa berbagi pengalaman dan nambah semangat buat menyelesaikan project rajutannya. Keep going!!!


Salam rajut dari Poyeng ;)

Cerita Sudut Poyeng: Couple Sunday

Hi, ini ada salah satu cerita dari salah satu asisten part time Poyeng, Puji.

dua minggu berturut-turut sewaktu Puji jaga tepatnya di hari Minggu, Puji menemukan hal yang unik, memang sih biasanya kebanyakan yang main di Poyeng mayoritas adalah perempuan, but why not? kalau ke Poyeng bareng pasangan, seperti Uca dan Mba Ade,

Uca datang di Minggu lalu bersama pacarnya, memang awal-awal untuk mengajak pasangan untuk nge-date dengan acara ngerajut bareng agak gimana gitu, tapi ini dibuktikan oleh kedua orang yang kebetulan datang di hari Minggu.

Uca, salah satu pengunjung Poyeng tadinya hanya berniat untuk belajar sendiri, karena si pacar agak gemes ngeliat proses belajar ngerajut, akhirnya pacarnya pun penasaran untuk mencoba, yap, mereka akhirnya menghabiskan waktu belajar merajut bareng,

sama seperti Mba Ade dan suami yang berkunjung pada Minggu ini, sang suami pun akhirnya diajak untuk belajar merajut bareng.

*krn ga pny foto dr couple ybs, pake stok fotonya Poyeng aja :p
- - -
Nah, kalau ngga ada acara apa-apa di hari Minggu, atau bingung mau ngisi weekend bareng pasangan, kenapa ngga coba seperti mereka berdua, pasti weekend kamu juga bakal jadi lebih seru. Di samping itu ngga ada salahnya juga kok untuk laki-laki belajar ngerajut.

Merajut bareng pasangan juga bisa nambah kekompakan kamu bareng pasangan juga. Dan mungkin aja kelak bakal ada Couple Sunday di Poyeng, hihihihi... kali aja seru gitu yah ngumpulin pasangan-pasangan untuk knit date bareng di Poyeng,

hayo siapa yang mau ikut?


Salam rajut dari Poyeng ;)

Product Review : Sweet Cotton Poyeng

oleh : Ajeng Sitoresmi

History :
Pertama kali dulu Poyeng membuat benang ini, Poyeng meluncurkannya dengan nama Big Ply dengan bahan 100% katun, sebelum merubahnya menjadi Sweet Cotton Poyeng dengan bahan katun rayon. (meskipun beberapa orang masih menyebutnya dengan Big Ply sampai sekarang)

Seperti asal mula namanya, memang benang ini memiliki ukuran diameter yang lebih besar daripada katun lokal biasa. Semata dibuat sebenarnya untuk kenyamanan pribadi karena aku merasa capek harus memakai benang katun didobel dua langsung untuk mendapatkan tebal yang kuinginkan. (Yup, aku memang tipe yang ga sabar merajut dengan benang kecil)

Pada perkembangannya benang ini menjadi salah satu signature Poyeng, dan dengan produksi yang masih sederhana, Poyeng selalu berusaha untuk menjaga kualitasnya.



Review :
Sebenarnya dengan banyaknya bermacam benang baru yang keluar, pada akhirnya aku sendiri memang jadi jarang memakai benang ini, karena mencoba benang yang lain. Selalu merasa sudah cukup bahagia dengan komentar banyak knitter dan crocheter yang puas dan suka setelah memakainya untuk merajut.

Hingga pada akhirnya baru-baru ini, aku ingin membuat proyek untuk menghabiskan benang-benang Sweet Cotton Poyeng yang tak terpakai di Poyeng karena sisa proyek lain atau karena kondisinya rusak di beberapa bagian sehingga tidak layak jual dalam bentuk gulungan biasa, menjadi rajutan.

Dan setelah menggunakannya untuk 2 proyek rajutan berturut-turut, aku langsung merasa jatuh cinta lagi dengan benang Sweet Cotton ini. Sumpah bukan karena narsis, tapi aku baru sadar bahwa benang ini memang beneran nyaman dan enak baik ketika dirajut atau ketika menikmati hasilnya. Dan mulai melihat kenapa banyak orang yang menyukainya.

Oh Sweet Cotton, maafkan aku ya beberapa waktu yang lalu sering selingkuh dengan benang lain.. sekarang kamu akan selalu di kubangga-banggakan deh (meski aku sedang selingkuh dengan benang lain :p)




nama benang       : Sweet Cotton Poyeng
kode                    : SP (polos), SPS (sembur)
produksi              : Poyeng
knitting needle    : 4 mm
crochet needle    : no 3/4
gauge                 : 5 cm = 9 tusuk/13 baris
coloring              : manual dengan pewarna sintetis


*foto-foto di post ini adalah contoh penggunaan benang Sweet Cotton Poyeng



Salam Rajut dari Poyeng!!

:D

Sponsored Video Kampanye Lifebuoy : Help Child Reach 5

Beberapa hari yang lalu, admin Poyeng dikirimi sebuah iklan video. Karena penasaran, tentulah dilihat video itu.

Di awal video, aku melihat seorang lelaki bernama Gondappa yang dengan disemangati keluarga dan tetangganya, memulai sebuah misi berjalan terbalik memakai tangannya.

Di tengah video, ada seorang gadis (yang tampaknya bukan dari daerah situ), heran lalu bertanya dengan salah satu kakek yang ada disana, ada apakah ini?
Alih-alih dijawab, dia diajak untuk mengikuti perjalanan kecil ini.

Perjalanan berakhir di sebuah kuil, dimana sang pria tadi lalu berdoa dengan sangat khusyuk untuk mengucapkan terimakasih karena hari ini adalah ulang tahun putranya yang kelima tahun.

Sang gadis yang sudah bingung, bertambah heran ada apa dengan ulang tahun kelima.

Akhirnya si kakek menjawab, hal ini sangat berarti karena dia adalah anak pertama dari Gondappa yang bisa mencapai ulang tahun kelima, karena yang sebelumnya selalu keburu meninggal akibat diare.

Seketika itu juga sang gadis jadi bisa ikut merasakan apa yang dirasakan oleh semua orang yang belum dikenalnya ini.

***
Atmosfir video ini membuat aku ikut sangat terharu! Dan hampir saja aku ikut menangis.

Ini adalah video kampanye dari Lifebuoy.
Gondappa adalah salah seorang warga Thesgona yang memiliki tingkat diare tertinggi di India.

Sebagai orang Indonesia, siapa sih yang belum kenal Lifebuoy? Sejak 10 tahun yang lalu, Lifebuoy melalui iklan dan kampanyenya, secara aktif selalu menyemangati para viewer dan penggunanya (terutama anak-anak) untuk selalu rajin mencuci tangan.

Dan salah satunya adalah juga dengan berusaha meningkatkan kesadaran akan kebersihan di Thesgona, desa di video tadi. - dan menyebar ke desa yang lain.

Aku sangat tersentuh dengan video ini, dan dengan penuh kesadaran dan senang hati, aku mengajak semuanya untuk ikut melihat video ini lalu mengambil hikmah darinya dengan cara ikut mengembangkan (dan tentunya juga menyebarkan) kesadaran akan kebersihan, yang paling sederhana adalah dengan rajin mencuci tangan.

Post sponsored by : Lifebuoy