intellectual property.

you are welcome to look, read, study, and learn. you are welcome to link/share it. you are welcome to quote or rewrite some of my post, but please don't forget to mention me/link my site. But you are not allowed and please don't take any of images (with or without watermark) from this site without my permission.

Mengenal Asisten Poyeng : Aya

* postingan ini adalah artikel gaya bercerita yang memang bener-bener dari tangan pertama. :)


Namaku Presti Nataya (yang kalau ditanya artinya apa pasti bilang “nggak tahu” karena emang nggak ada artinya). Biasa dipanggil Aya.

Lebih sering diem dan ndengerin orang ngomong dari pada nimbrungin. Status masih mencari pekerjaan tetap, tapi di tanda pengenal masih menyandang status mahasiswi. Hobi nonton film (kecuali horor) sama dengerin musik (tapi nggak bisa kalau disuruh nyanyi). Baca buku atau komik (kadang-kadang). Paling susah ngafalin kode barang Poyeng (banyak nian!). Lagi sibuk kursus (malam hari) dan glundang-glundung (siang hari).

Dari dulu pingin belajar ngerajut tapi nggak tahu harus kemana, trus sama temen disuruh ke Poyeng aja. Awalnya yang ngajarin mba Tiwi. Tapi gara-gara akunya lemot dan dari pada bikin gemes yang ngajarin akhirnya nerusin belajar via Youtube.

Kerja di Poyeng gara-gara stres skripsi akhir tahun 2013. Kebetulan liat iklan lowongan di twitter buat jadi asisten gantiin yang lagi KKN. Trus iseng deh nyobain, eh keterima. Padahal ngerajut aja masih terbata-bata. Nggak lama jadi asisten njuk ngelanjutin skripsi lagi, jadinya lebih sering jadi pengganti dari pada pegawai tetap. Hahaa..

Poyeng nyenengin sih. Kayak dapet keluarga baru. Syok juga awalnya semuanya langsung akrab aja, padahal kenalnya belum lama. Nambah banyak pengalaman sama pelajaran (susah deskripsiin sebenernya dapet apa di Poyeng saking banyaknya).

Udah gitu aja, nggak ngerti lagi mau bilang apa.


Apa kata Aya tentang owner Poyeng dan Ducky :

Mb Ajeng (mba Poyeng) : mak mak.. Hahaa.. Sama2 suka nonton film jadi sering barteran (ato lebih sering aku yg disuruh nyariin film2 aneh). Suka musik juga. Pernah godain tengah malem gara2 dia lagi nonton AMA dan si suami nggak mudeng jadi dia mingin2i aku yg nggak punya tv kabel. Nampaknya masih mencoba biar kemampuanku berkembang.. Tapi akunya masih ndablek dan belum gerak kemana-mana

Mas Bas: Slash! Hahaa.. Hobi nanya, "lagi bikin apa, Ay?" biasanya akan dijawab dengan, "nggak ada mas.." Hahaha..

Ducky: cuma pernah pegang ducky sekali, belum pernah naik.. (#nangis mimbik-mimbik)



Apa kata asisten lain tentang Aya :

Ria 
orangnya tenang, ga banyak omong (pendiem tapi ga juga, haha), yang jelas orang paling rapi sepoyeng raya. Hahaha.
Kalem, tapi asik. Oh iya, ada sisi lainnya juga loh, orangnya perhatian.
Annis
mbak Aya seneng ngeliat dia kalo lagi ngobrol karena suaranya kecil.
Resti
thousands salute for her! Aku suka pribadinya yang tenang, detail, dan kreatif. Belum banyak interaksi yang terjadi antara aku dan mba aya, tapi aku merasa nyaman berada di dekatnya
Wina
Kesan pertama kalo liat Mba Aya adalah “kayaknya orangnya pendiem”, tapi setelah kenal… ternyata suaranya memang dihemat hihi. Mba Aya ini yang paling rajin bersih-bersih (Selain nyonyah kalo lagi bosen atau laper) dan paling nggak betah kalau lihat workshop berantakan. Aku suka jaga habis mba Aya karena biasanya pas dateng suasananya damai dan rapi haha. Dia ini sumber film yang bisa diandalkan asalkan nggak tau-tau menghilang di tengah keramaian.
Irin
asisten poyeng yang paling kalem and halus klo ngomong diantara yang lain. kalau pas dia yang jaga, walaupun workshop lagi ramai sekalipun tetep rasanya ga crowded, displin and memastikan semua beres sebelum-sesudah jaga. walau kadang sering panik sendiri kalo ada yang kelewatan walaupun itu sebenernya bukan hal yang besar. sense nya aya tentang kerapian bagus bangetttt.
mba Poyeng
Sama-sama suka fotografi dan Frau. Udah lulus dan sering jadi back-up kalo yang lain butuh asisten pengganti. Paling nyenengin karena dia paling rapi, jadi aku ngga perlu kasih tahu lagi. hihi. Karena hobinya paling mirip, kadang aku suka iseng WhatsApp dia tengah malam buta, tapi ternyata dia masih bangun aja dan mau sahut-sahutan ma aku soal suatu film atau acara. Aslinya ngomongnya pelan dan kalem, tapi ga kelihatan sih kalo lagi ngobrol lewat chat. :p

memanfaatkan benang sisa SP di rumah.

Poyeng punya benang Sweet Cotton Poyeng bertumpuk di kardus gudang (dan sekarang bertambah dengan benang Sweet Sparkling juga). Benang-benang ini adalah mereka yang tidak layak jual, entah karena warnnya tidak rata, pilinannya terlalu kecil atau terlalu rapat, ada bagian yang rusak dan di banyak tempat, atau karena berat gulungannya 20% dibawah berat yang seharusnya.

Syukurlah, akhir-akhir ini sudah sangat jarang bertambah isi kardusnya, tapi hanya dari tampungan yang dulu-dulu saja pun sudah membuat aku bingung kapan akan menghabiskannya.. tumpukannya tinggiii.

Maka beberapa proyek pun dipikirkan untuk berusaha mengurangi tinggi tumpukan itu. Tentu saja dengan membuang bagian-bagian yang tidak layak rajut, dua jenis barang berhasil dihasilkan di beberapa bulan terakhir,

1. tas kecil sederhana.

Tas ini hanya terdiri dari segiempat biasa, yang dibuat memakai teknik circular dan dijahit di bagian bawahnya setelah rajutan selesai dibuat. Untuk menambah ramai bagian permukaannya, teknik stranded/fair isle pun digunakan.
Pertama kalinya tas ini dibuat, karena terinspirasi dengan tas di free knitting pattern ini. Hingga akhirnya dicobalah untuk membuat beberapa lagi dengan memakai hanya pola dasar tasnya saja, dan 'bermain-main' di bagian pola strandednya.

*tas-tas lucu ini dirajut oleh asisten-asisten Poyeng, dibuat dari benang SP, SPS, dan SSC

2. boneka karakter.

Boneka ini dibuat berdasarkan pola yang tertulis di buku ini. Sudah lama sebenarnya berniat membuatnya, tapi baru kesampaian sekarang. Asyiknya pola ini adalah, kamu hanya perlu mengikuti pola dasar bonekanya saja, sedangkan untuk warna kulit, warna baju dalam, warna mata, warna rambut, juga potongan rambut, bebas kamu kreasikan sendiri sesuai keinginanmu. Dan boneka ini dibuat berdasarkan karakter dari pemilik boneka yang hendak kuberi.

Di Indonesia sendiri sudah ada satu buku crochet tentang membuat boneka dan aksesori yang bisa kamu temui di bagian ketrampilan di toko buku, dan kulihat hanya dari covernya saja pun sudah sangat menarik untuk dicoba. (sayang aku bukan crocheter)

*kado buat teman, badan full dibuat dari SP Poyeng yang ada di kardus.

* * *
Memang sebagai seorang perajut adalah 'kewajiban' kita untuk menimbun benang setinggi-tingginya hingga pilihan yang ada adalah menambah kontainer atau lemari untuk benang kita (sebenarnya sih ini pengalaman pribadi), tapi alangkah baiknya juga jika kita bisa berusaha mengurangi sedikit demi sedikit isi timbunan kita dengan memberinya 'kehidupan' yang seharusnya dia terima. *duh lebaii..

Jadi, buka akun ravelry-mu, donlot pola-pola gratis yang cantik itu, dan rajutlah benang-benangmu dan merubahnya menjadi hadiah untuk orang-orang tersayang. :D



Salam rajut dari Poyeng!

poyenghobby.com




Update from workshop : wajah Poyeng saat ini

Eee... buset bener deh, ini owner kok suka banget geser-geser rak..

Pelanggan Poyeng yang dah ga ke Poyeng 1-2 bulan, pasti ngga akan mendapati workshop Poyeng dalam keadaan yang seperti ketika dia ke Poyeng terakhir.

Tapi bagaimana ya.. sebenarnya Poyeng sudah seharusnya move ke tempat yang agak lebih besar sedirkit (yap, sedikiit aja lebih besarnya), tapi jodoh tampaknya masih berada disini, akhirnya jadi kita main-main deh dengan posisi benda.

Dibandingkan dengan postingan terakhir Poyeng tentang hal ini, kamu akan melihat bahwa sekarang rak pendek panjang yang dulu mepet di kiri, jadi berada di tengah sekarang. Dan di sebelah kiri jadi penuh rak-rak benang tinggi dan juga satu rak tv.

meja kasir pindah tempat, dari kanan pintu, menjadi sebelah kiri pintu, dan kita ganti meja! Otomatis kursi tunggu pindah jadi sebelah kanan pintu masuk, bersama dengan lemari baca, galon minum, dan kulkasnya.

Dan di depan dan belakang meja kasir, sekarang Poyeng pakai untuk menaruh rajutan tangan poyengstudio.com :D




Tapi, sejujurnya kita masih mau nambah rak lagi nih... jadi sepertinya postingan tentang ini bakalan masih berlanjut lagi :p

Salam rajut!!

poyenghobby.com

About Poyeng : The Beginning part 2

Waaaa, aku lupa ngelanjutin tulisan iseng yang kumulai tahun 2012!! XD

Mari melanjutkan the Beginning part 1, sebuah dongeng ga jelas yang sebenarnya caraku menyimpan data di kepala sebelum hilang ditelan usia...

Tampaknya cerita yang lalu baru sampai tahap Poyeng yang mulai bikin logo dan bikin media sosial..

Memang, dari awal Poyeng dibuat, sudah diniatkan menjadi lebih dari hobi. Sudah diniatkan menjadi sebuah usaha yang idealismenya tidak dilupakan (alhamdulillah sampai sekarang..). Dari awal Poyeng sudah punya logo, dan aku sudah memikirkan kemungkinan garis akhir Poyeng di masa depan.


Poyeng online sama seperti sekarang ini, dari dulu menyediakan perlengkapan dan peralatan merajut yang dikirim melalui jasa kirim. Juga menerima pesanan rajutan personal yang bukan grosir. Iklan di kaskus saat itu sangat membantu karena saat itu kaskus selalu keluar di halaman pertama goggle search. Blog Poyeng sendiri baru terasa hasilnya, 6 bulan setelah dibuat, dan Poyeng baru ikutan masuk ke Facebook, setelah Facebook Page diluncurkan. (karena aku dari awal tidak mau memelihara 2 akun facebook yang berbeda).

Dan alhamdulillah ketika pasanganku mulai ikut menceburkan diri merawat Poyeng bersama, progress bisa dilakukan lebih cepat karena ada dua otak dan badan yang bekerja. Kami mulai meminjam modal untuk membuat offline shop (yang selanjutnya kami sebut workshop)


Konsep mempengaruhi bentuk fisik isi Poyeng (yang masih tetap begitu sampai sekarang). Poyeng workshop ada untuk menyediakan tempat bagi perajut utamanya di Jogja dan sekitarnya untuk mendapatkan perlengkapan dan peralatan merajut yang pada tahun 2010 masih sangat sulit untuk didapatkan di Jogja. Sekaligus menyediakan tempat untuk belajar merajut knitting, yang diajarkan seecara gratis oleh Poyeng.

Dasarnya sih karena aku dulu banyak belajar knitting dari link-link internet yang bisa diakses secara gratis, tanpa harus membayar apapun terlebih dahulu. (meskipun pada saat itu belum ada smartphone dan modem, dan ngenet harus pergi ke warnet dulu, tapi karena aku ngenet untuk knitting di sela-sela ngenet untuk kuliah, jadi ya tetep terhitung gratis juga :p )


Masih di tempat yang sama sampai sekarang, meskipun letak workshop Poyeng cukup strategis (dekat ringroad dan dekat transJogja), tapi posisinya yang sangat dekat dengan perempatan besar, membuat siapapun yang belum pernah kesana pasti kebablasan karena terlalu konsentrasi melewati perempatan setelah lampu hijau menyala. Disinilah reputasi Poyeng secara online sangat berperan, karena mayoritas pelanggan Poyeng yang ke workshop saat itu sudah tahu lebih dulu Poyeng secara online, dan karenanya tidak masalah meskipun mereka harus bolak-balik jalan Palagan karena kebablasan saat mencari workshop Poyeng. (terimakasih yaa ^ ^)


Seperti halnya semua usaha baru, pendapatan dari workshop kala itu sangat kecil dan belum seperti sekarang, dan Poyeng mayoritas masih hidup dari online dan suntikan dana pribadi. (Jadi kalo kamu bikin usaha, ngga langsung ramai, jangan menyerah ya.. semua awal usaha banyak yang seperti itu kok, bukan berarti kamu sudah gagal, kamu hanya butuh bersabar saja :) )


Knitting masih hal yang sangat baru di Jogja kala itu, dan mulai menarik perhatian. Dari kalangan mahasiswa, dan juga teman-teman profesional. Dan inilah saat dimana aku berkesempatan menulis buku pertamaku, mulai bikin ngumpul bulanan, dan diliput beberapa media lokal..

*apakah artikel ini akan dilajutkan? entahlah :p