intellectual property.

you are welcome to look, read, study, and learn. you are welcome to link/share it. you are welcome to quote or rewrite some of my post, but please don't forget to mention me/link my site. But you are not allowed and please don't take any of images (with or without watermark) from this site without my permission.

Mengenal Asisten Poyeng : Annis

* postingan ini adalah artikel gaya bercerita yang memang bener-bener dari tangan pertama. :)


Hai aku annis salah satu asistant poyeng. Saat ini aku sedang menyelesaikan tugas akhir di salah satu perguruan tinggi. Aku suka olah raga walupun berbanding terbalik dengan bentuk badan :D. Jogging sering aku lakukan jika cuaca dan suasana hati mendukung

Awalnya aku tidak tertarik dengan merajut, karena menurutku terlalu wanita. Tapi entah kenapa Tuhan membuka hatiku untuk belajar merajut, #halah. Berawal dari video youtube aku belajar merajut, awalnya pakai tali bekas sama sumpit yang diruncingin ujungnya.

Berawal dari internet pula aku tahu poyeng, karena bosan dengan tali bekas sama sumpit akhirnya aku ke Poyeng beli peralatan rajut yang sebenarnya nggak tahu apa itu namanya, pokoknya sumpit sama benang aja.

Ketika Poyeng membuka kesempatan untuk menjadi assistant dengan modal nekat aku ngirimin CV, walaupun Cuma baru tahu tusuk dasar hajar lah sudah. Kan sekalian belajar. Dari yang awalnya cuma bikin syal ngga jelas bentuknya sekarang bias bikin macem macem. Disini juga bertemu berbagai macam karakter orang, diskusi, belajar bareng, macem macem lah pokoknya.

Oke sampai ketemu di Poyeng ya….


Apa kata Annis tentang owner Poyeng dan Ducky :

Mbak ajeng sama mas bas selalu berdua kalau ke poyeng. Nah kalau pas di poyeng sering melakukan hal lucu, menurutku. Kaya pas mbak ajeng panggil manja, mas bas cuma nanggapi santai. Seneng kalau lihat mbak ajeng lagi nanganin pelanggan, dia punya trik yang oke buat nanganin pelanggan. Kalo mas bas, bapaknya anak2 poyeng.

Ducky, si kotak biru pengangkut banyak orang. Sukak sama VW yang muat banyak orang. Walaupun harus dorong waktu ditanjakan karena kebanyakan penumpang tapi seru dengan kebersamaannya :)


Apa kata asisten lain tentang Annis :

Ria
awal kenal keknya pendiem, kalem orang jawa gituuuuh. Taunya, ampun, atlit kempo, ratunya (bahasa) bencong dan wawasan artis indonesia nya luas binggooooo. Dari yang nggak terkenal sampe yang paling terkenal, dari yang dangdut sampe yang entah apa itu namanya. Haha
Aya
Tanpa mengurangi rasa hormat, karena aku jarang sama Annis, jadi kurasa dia baik-baik saja. Biasanya paling susah dihubungi. Duh, maap, aku nggak tahu mau bilang apa -____________-“
Resti
dia orang yang introvert tapi ceria, bahkan jago mengubah bahasa EYD menjadi bahasa gahul bencong, OMG
Wina
Mba annis itu orangnya selalu bikin geregetan. Seringnya geregetan soalnya dia nyeleneh lucu, kadang geregetan soalnya kena pehape sama dia, tapi mba annis yang paling sering nemenin aku jalan-jalan dan muter-muter geje jadi pehapenya dimaafkan haha. Cewek setengah cowok yang kadang bikin cowo keliatan lenjeh. Yang paling mengherankan dari mba annis adalah dia lebih mending ketemu garong daripada ketemu ulet. Ckckck
Irin
orang kedua setelah aku yang (mungkin) paling sering dilihat customer di workshop selain aku :D, dan jadi asisten yg paling lama jam "duet" nya sama aku. sama-sama ga tahan kalo harus kelaparan and klo sudah sama-sama lapar mulai lah saling ngobrol tapi bisa-bisa 1 ke utara 1 keselatan alias ga nyambung dan kita sama-sama bingung :p. salah satu yang paling sabar sama telaten kalo harus ngajarin pelanggan #noted
mba Poyeng
Mungkin karena rumahnya cuma 1 jam dari jogja, ni anak selalu mudik weekend 3 hari dalam seminggu! Jadinya paling sulit dicariin pas pada minta tukar jam jaga. Paling 'polos' diantara yang lainnya, jadi masi banyak yang harus dipelajari. Kontradikitif banget, karena meski fisiknya gagah dan hobi kempo tapi takut gelap sama ulat! Juga suka kacau kalo dapet tantangan kerja yang mulai bikin kepalanya puyeng.. bikin gelasmu setengah penuh terus ya Nis :D

Mengenal Asisten Poyeng : Aya

* postingan ini adalah artikel gaya bercerita yang memang bener-bener dari tangan pertama. :)


Namaku Presti Nataya (yang kalau ditanya artinya apa pasti bilang “nggak tahu” karena emang nggak ada artinya). Biasa dipanggil Aya.

Lebih sering diem dan ndengerin orang ngomong dari pada nimbrungin. Status masih mencari pekerjaan tetap, tapi di tanda pengenal masih menyandang status mahasiswi. Hobi nonton film (kecuali horor) sama dengerin musik (tapi nggak bisa kalau disuruh nyanyi). Baca buku atau komik (kadang-kadang). Paling susah ngafalin kode barang Poyeng (banyak nian!). Lagi sibuk kursus (malam hari) dan glundang-glundung (siang hari).

Dari dulu pingin belajar ngerajut tapi nggak tahu harus kemana, trus sama temen disuruh ke Poyeng aja. Awalnya yang ngajarin mba Tiwi. Tapi gara-gara akunya lemot dan dari pada bikin gemes yang ngajarin akhirnya nerusin belajar via Youtube.

Kerja di Poyeng gara-gara stres skripsi akhir tahun 2013. Kebetulan liat iklan lowongan di twitter buat jadi asisten gantiin yang lagi KKN. Trus iseng deh nyobain, eh keterima. Padahal ngerajut aja masih terbata-bata. Nggak lama jadi asisten njuk ngelanjutin skripsi lagi, jadinya lebih sering jadi pengganti dari pada pegawai tetap. Hahaa..

Poyeng nyenengin sih. Kayak dapet keluarga baru. Syok juga awalnya semuanya langsung akrab aja, padahal kenalnya belum lama. Nambah banyak pengalaman sama pelajaran (susah deskripsiin sebenernya dapet apa di Poyeng saking banyaknya).

Udah gitu aja, nggak ngerti lagi mau bilang apa.


Apa kata Aya tentang owner Poyeng dan Ducky :

Mb Ajeng (mba Poyeng) : mak mak.. Hahaa.. Sama2 suka nonton film jadi sering barteran (ato lebih sering aku yg disuruh nyariin film2 aneh). Suka musik juga. Pernah godain tengah malem gara2 dia lagi nonton AMA dan si suami nggak mudeng jadi dia mingin2i aku yg nggak punya tv kabel. Nampaknya masih mencoba biar kemampuanku berkembang.. Tapi akunya masih ndablek dan belum gerak kemana-mana

Mas Bas: Slash! Hahaa.. Hobi nanya, "lagi bikin apa, Ay?" biasanya akan dijawab dengan, "nggak ada mas.." Hahaha..

Ducky: cuma pernah pegang ducky sekali, belum pernah naik.. (#nangis mimbik-mimbik)



Apa kata asisten lain tentang Aya :

Ria 
orangnya tenang, ga banyak omong (pendiem tapi ga juga, haha), yang jelas orang paling rapi sepoyeng raya. Hahaha.
Kalem, tapi asik. Oh iya, ada sisi lainnya juga loh, orangnya perhatian.
Annis
mbak Aya seneng ngeliat dia kalo lagi ngobrol karena suaranya kecil.
Resti
thousands salute for her! Aku suka pribadinya yang tenang, detail, dan kreatif. Belum banyak interaksi yang terjadi antara aku dan mba aya, tapi aku merasa nyaman berada di dekatnya
Wina
Kesan pertama kalo liat Mba Aya adalah “kayaknya orangnya pendiem”, tapi setelah kenal… ternyata suaranya memang dihemat hihi. Mba Aya ini yang paling rajin bersih-bersih (Selain nyonyah kalo lagi bosen atau laper) dan paling nggak betah kalau lihat workshop berantakan. Aku suka jaga habis mba Aya karena biasanya pas dateng suasananya damai dan rapi haha. Dia ini sumber film yang bisa diandalkan asalkan nggak tau-tau menghilang di tengah keramaian.
Irin
asisten poyeng yang paling kalem and halus klo ngomong diantara yang lain. kalau pas dia yang jaga, walaupun workshop lagi ramai sekalipun tetep rasanya ga crowded, displin and memastikan semua beres sebelum-sesudah jaga. walau kadang sering panik sendiri kalo ada yang kelewatan walaupun itu sebenernya bukan hal yang besar. sense nya aya tentang kerapian bagus bangetttt.
mba Poyeng
Sama-sama suka fotografi dan Frau. Udah lulus dan sering jadi back-up kalo yang lain butuh asisten pengganti. Paling nyenengin karena dia paling rapi, jadi aku ngga perlu kasih tahu lagi. hihi. Karena hobinya paling mirip, kadang aku suka iseng WhatsApp dia tengah malam buta, tapi ternyata dia masih bangun aja dan mau sahut-sahutan ma aku soal suatu film atau acara. Aslinya ngomongnya pelan dan kalem, tapi ga kelihatan sih kalo lagi ngobrol lewat chat. :p

memanfaatkan benang sisa SP di rumah.

Poyeng punya benang Sweet Cotton Poyeng bertumpuk di kardus gudang (dan sekarang bertambah dengan benang Sweet Sparkling juga). Benang-benang ini adalah mereka yang tidak layak jual, entah karena warnnya tidak rata, pilinannya terlalu kecil atau terlalu rapat, ada bagian yang rusak dan di banyak tempat, atau karena berat gulungannya 20% dibawah berat yang seharusnya.

Syukurlah, akhir-akhir ini sudah sangat jarang bertambah isi kardusnya, tapi hanya dari tampungan yang dulu-dulu saja pun sudah membuat aku bingung kapan akan menghabiskannya.. tumpukannya tinggiii.

Maka beberapa proyek pun dipikirkan untuk berusaha mengurangi tinggi tumpukan itu. Tentu saja dengan membuang bagian-bagian yang tidak layak rajut, dua jenis barang berhasil dihasilkan di beberapa bulan terakhir,

1. tas kecil sederhana.

Tas ini hanya terdiri dari segiempat biasa, yang dibuat memakai teknik circular dan dijahit di bagian bawahnya setelah rajutan selesai dibuat. Untuk menambah ramai bagian permukaannya, teknik stranded/fair isle pun digunakan.
Pertama kalinya tas ini dibuat, karena terinspirasi dengan tas di free knitting pattern ini. Hingga akhirnya dicobalah untuk membuat beberapa lagi dengan memakai hanya pola dasar tasnya saja, dan 'bermain-main' di bagian pola strandednya.

*tas-tas lucu ini dirajut oleh asisten-asisten Poyeng, dibuat dari benang SP, SPS, dan SSC

2. boneka karakter.

Boneka ini dibuat berdasarkan pola yang tertulis di buku ini. Sudah lama sebenarnya berniat membuatnya, tapi baru kesampaian sekarang. Asyiknya pola ini adalah, kamu hanya perlu mengikuti pola dasar bonekanya saja, sedangkan untuk warna kulit, warna baju dalam, warna mata, warna rambut, juga potongan rambut, bebas kamu kreasikan sendiri sesuai keinginanmu. Dan boneka ini dibuat berdasarkan karakter dari pemilik boneka yang hendak kuberi.

Di Indonesia sendiri sudah ada satu buku crochet tentang membuat boneka dan aksesori yang bisa kamu temui di bagian ketrampilan di toko buku, dan kulihat hanya dari covernya saja pun sudah sangat menarik untuk dicoba. (sayang aku bukan crocheter)

*kado buat teman, badan full dibuat dari SP Poyeng yang ada di kardus.

* * *
Memang sebagai seorang perajut adalah 'kewajiban' kita untuk menimbun benang setinggi-tingginya hingga pilihan yang ada adalah menambah kontainer atau lemari untuk benang kita (sebenarnya sih ini pengalaman pribadi), tapi alangkah baiknya juga jika kita bisa berusaha mengurangi sedikit demi sedikit isi timbunan kita dengan memberinya 'kehidupan' yang seharusnya dia terima. *duh lebaii..

Jadi, buka akun ravelry-mu, donlot pola-pola gratis yang cantik itu, dan rajutlah benang-benangmu dan merubahnya menjadi hadiah untuk orang-orang tersayang. :D



Salam rajut dari Poyeng!

poyenghobby.com




Update from workshop : wajah Poyeng saat ini

Eee... buset bener deh, ini owner kok suka banget geser-geser rak..

Pelanggan Poyeng yang dah ga ke Poyeng 1-2 bulan, pasti ngga akan mendapati workshop Poyeng dalam keadaan yang seperti ketika dia ke Poyeng terakhir.

Tapi bagaimana ya.. sebenarnya Poyeng sudah seharusnya move ke tempat yang agak lebih besar sedirkit (yap, sedikiit aja lebih besarnya), tapi jodoh tampaknya masih berada disini, akhirnya jadi kita main-main deh dengan posisi benda.

Dibandingkan dengan postingan terakhir Poyeng tentang hal ini, kamu akan melihat bahwa sekarang rak pendek panjang yang dulu mepet di kiri, jadi berada di tengah sekarang. Dan di sebelah kiri jadi penuh rak-rak benang tinggi dan juga satu rak tv.

meja kasir pindah tempat, dari kanan pintu, menjadi sebelah kiri pintu, dan kita ganti meja! Otomatis kursi tunggu pindah jadi sebelah kanan pintu masuk, bersama dengan lemari baca, galon minum, dan kulkasnya.

Dan di depan dan belakang meja kasir, sekarang Poyeng pakai untuk menaruh rajutan tangan poyengstudio.com :D




Tapi, sejujurnya kita masih mau nambah rak lagi nih... jadi sepertinya postingan tentang ini bakalan masih berlanjut lagi :p

Salam rajut!!

poyenghobby.com